Bismillahirrahmanirrahim..
Kali ini aku akan bercerita tentang Hati terlahir Sebuah Prasangka, kemudian Hati akan bekerja sama dengan si Mungil Lisan..
Kota
tercintaku pagi ini diliputi kesejukan. Setelah semalam diguyur hujan,
meski awan menampakan kekuatannya namun sang bayu mendampingi dengan
setia. Sehingga rasa panas itu berubah menjadi sejuk.
Seperti
biasa, rutinitasku dari hari ke hari adalah sama. Jikalau pun ada yang
berubah, itu memang sudah kehendak dari Nya. Seperti hari ini, di ruang
kerjaku tepatnya di laboratorium komputer fisika. Saat ku duduk di depan laptopku sembari menyelesaikan tugas
yang harus ku print, aku menangkap raut sedih milik seseorang. Rupanya
sahabatku itu sedang dirundung masalah.
Iseng aku bertanya “kenapa dirimu? Kok tidak bersemangat.”
“Iya nih Ci', lagi jengkel.” Ujarnya ketus.
“Jengkel kenapa?” tanyaku penasaran.
“Aku
jengkel Ci' karena orang-orang di sekitarku menilai akulah penyebab
terjadinya berita ini menyebar!” tambahnya dengan nada kesal.
“Sabar
ya, mungkin karena mereka tidak tahu posisimu yang sebenarnya dalam
situasi ini, jadi mereka begitu.” Tambahku menenangkan.
“Iya Ci'. Semoga cepat mereda berita ini.” Ujarnya lirih.
***